Senin, 09 Januari 2017

paper sistem informasi psikologi

disusun oleh    : adithya galih.p (10513212)     kelas 4 PA 11
                        farhan vida t    (13513244)


Daftar isi
Analisis paper………………...……………………..1
a. rangkuman isi paper ………...……………………1
b. kekurangan paper…………………………………2
c. kelebihan paper…………………………………...3
daftar pustaka………………………………………..3















Analisis paper
a. rangkuman isi paper
Paper ini kami buat berdasarkan jurnal yang kami gunakan yang berjudul ‘’ ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KUALITAS KERJA DAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI ( STUDI PADA BIRO PENGELOLAAN KEUANGAN SEKDA PROVINSI BENGKULU) ‘’. Jurnal Fairness Volume 4, Nomor 1, 2014: 86-98                                                         ISSN 2303-0348 
Jurnal tersebut dibuat oleh Abdullah & ade kurniawan berdasarkan tujuan mereka untuk melihat adakah pengaruh positif penggunaan sistem informasi berbasis computer terhadap kualitas kerja dan kepuasan kerja yang mereka lakukan pengujian kepada biro pengelola keuangan di Bengkulu. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini kualitatif yang dilakukan untuk menggali data yang berkaitan dengan riset. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tidak langsung dan komunikasi langsung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner yang didistribusikan kepada responden yang terpilih menjadi sampel riset.
Data yang digunakan peneliti dalam Riset ini adalah data primer yang merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sumber asli atau tanpa melalui media perantara .  Kuisioner yang disusun dalam riset ini nantinya akan mengadopsi beberapa pertanyaan dari riset sebelumnya yang dianggap relevan dengan variabel yang akan diteliti. Selain menggunakan kuisioner, akan dilakukan juga wawancara terhadap beberapa responden agar dapat mendukung sumber data yang didapat melalui kuisioner. Wawancara disini hanya bersifat data sekunder atau data pendukung. Data sekunder juga didapat dari buku, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan Riset ini. Pengumpulan data juga dilakukan oleh peneliti melalui studi pustaka. Studi pustaka dilakukan dengan mempelajari berbagai literatur, baik yang tidak dipublikasikan maupun yang dipublikasikan. Bentuk literatur yang digunakan berupa buku, jurnal dan literatur lain yang berkaitan.
Metode Analisis Data Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis Asosiatif, yakni teknik analisis data yang menitikberatkan pada hubungan kausal atau sebab-akibat dari suatu variabel dengan menggunakan paradigma ganda dengan 2 variabel dependen. Tahap analisa data yang dilakukan pada teknik analisis ini yaitu setelah tahap pengumpulan data terlaksana, selanjutnya dilakukan pemilahan, pemeriksaan, input dan pengolahan data item-item dari kualitas kerja dan kepuasan kerja yang dipengaruhi oleh penggunaan sistem informasi berbasis komputer yang ada.

Dengan menghitung statistik deskriptif (rata-rata) yang diwujudkan dengan tabel silang dimaksudkan untuk mendapatkan nilai rata-rata per item serta mengkategorikannya pada kriteria nilai variabel, sehingga diharapkan akan didapat gambaran yang lengkap dan menyeluruh mengenai  Pengaruh Penggunaan Sistem Informasi Berbasis Komputer Terhadap Kualitas Kerja dan Kepuasan Kerja Pegawai. Teknik yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik analisis regresi.
KESIMPULAN
Dari hasil Riset dapat disimpulkan bahwa : 1. Penerapan sistem informasi berbasis komputer tidak berpengaruh terhadap kualitas kerja pegawai di Biro Pengelolaan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya penerapan sistem informasi berbasis komputer di Biro Pengelolaan Keuangan tidak mempengaruhi kualitas kerja pegawai. 2. Penerapan sistem informasi akuntansi berpengaruh terhadap kepuasan kerja pegawai di Biro Pengelolaan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik sistem informasi berbasis komputer yang diterapkan dalam suatu instansi pemerintahan, maka akan semakin meningkatkan kepuasan kerja pegawai.
B. KEKURANGAN
 Keterbatasan Riset Adapun kekurangan dan keterbatasan dalam Riset ini, diantaranya adalah :  
Metode pemilihan sampel dalam Riset ini adalah purposive sampling. Keunggulan metode ini adalah peneliti dapat memilih sampel yang tepat, sehingga peneliti akan memperoleh data yang memenuhi kriteria untuk diuji. Akan tetapi, perlu disadari bahwa dengan menggunakan metode purposive sampling ini akan berakibat pada kurangnya kemampuan generalisasi dari hasil Riset ini hanya melibatkan dua bagian yang ada di biro pengelolaan keuangan yakni bagian anggaran dan bagian akuntansi, sehingga tingkat generalisasi dari hasil Riset ini dirasa masih kurang serta kesimpulan yang diambil kemungkinan hanya berlaku untuk Biro Pengelolaan Keuangan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu dan tidak dapat digeneralisasikan untuk Instansi Pemerintah se-Indonesia.
 Riset ini menggunakan kuesioner sebagai media komunikasi tidak langsung dalam pengumpulan data. Media ini dirasa kurang maksimal karena masih ada kemungkinan ditemui kelemahan, seperti jawaban yang tidak serius dari responden dalam memberikan jawaban dalam kuesioner. Serta masih adanya kemungkinan responden kurang paham terhadap pertanyaan tetapi tidak mau bertanya ketika peneliti memberikan panduan dalam pengisian kuesioner tersebut. Riset ini merupakan Riset kualitaif yang belum secara penuh menerapkan konsep kualitatif. Teori-teori yang digunakan dalam Riset ini dirasa masih kurang maksimal untuk mewakili variabel kualitas kerja dan kepuasan kerja pegawai. 
C.KELEBIHAN
Pada jurnal / riset yang dilakukan oleh peneliti sudah memberikan landasan teori yang cukup jelas dan variatif karena berasal dari berbagai sumber. Dalam jurnal tersebut peneliti juga memaparkan secara jelas metode, teknik analisis data, maupun cara penghitungan data hasil kuisioner secara jelas dan rinci.


DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Fairness Volume 4, Nomor 1, 2014: 86-98                                                         ISSN 2303-0348 
‘’ANALISIS PENGARUH PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI BERBASIS KOMPUTER TERHADAP KUALITAS KERJA DAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI ( STUDI PADA BIRO PENGELOLAAN KEUANGAN SEKDA PROVINSI BENGKULU)’’ 

analisis perbedaan tes intelegensi manual dan online



Nama              : Adithya galih . p
NPM               : 10513212
Kelas               : 4PA11
Mata Kuliah : Sistem Informasi Psikologi
Tes Kecerdasan / Inteligensi (Intelligence)
Menurut David Wechsler inteligensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan menghadapi lingkungannya secara efektif. , Intelegensi didefinisikan sebagai kapasitas yang bersifat umum dari individu untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi-situasi baru atau problem yang sedang dihadapi. Intelegensi merupakan keahlian memecahkan masalah dan kemampuan untuk beradaptasi pada, dan belajar dari pengalaman hidup sehari-hari. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa inteligensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. Oleh karena itu, inteligensi tidak dapat diamati secara langsung, melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu.
Sedangkan tes intelegensi itu sendiri adalah Seperangkat alat ukur yang digunakan untuk memperoleh informasi tentang pikiran, perasaan, persepsi dan perilaku seseorang guna membuat keputusan penilaian tentang seseorang dengan pengukuran atau penilaian melalui upaya yang sistematik untuk mengungkap aspek-aspek psikologi tertentu dari individu serta mengungkapkan tarap kemampuan dasar seseorang yaitu kemampuan dalam berpikir, bertindak dan  menyesuaikan dirinya secara  efektif. (http://tesintelegensi.blogspot.co.id/2012/10/pengertian-tes-intelegensi.html)
Macam-macam Tes Intelligence:
Tes IST merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur inteligensi individu. Tes ini dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt, Jerman pada tahun 1953. Amthauer mendefinisikan inteligensi sebagai keseluruhan struktur dari kemampuan jiwa-rohani manusia yang akan tampak jelas dalam hasil tes. Intelegensi hanya akan dapat dikenali (dilihat) melalui manifestasinya misalnya pada hasil atau prestasi suatu tes.
Tes IST 2000-Revised
Pada IST 2000-R ini terdapat beberapa perkembangan subtes juga penambahan subtes. IST ini terdiri dari 3 modul, yaitu sebagai berikut:
Grundmodul-Kurzform (Modul Dasar-Singkatan); terdiri dari subtes : SE, AN, GE, RE, ZR, RZ, FA, WU, dan MA. 
Modul ME: terdiri dari subtes ME Verbal dan ME Figural 
Erweiterungmodul (Modul menguji pengetahuan); terdiri dari subtes Wissentest (tes pengetahuan) 
IST yang digunakan di Indonesia adalah IST hasil adaptasi Fakultas Psikologi Universitas Padjajaran Bandung. Adaptasi dilakukan kepada IST-70. Tes ini pertama kali digunakan oleh Psikolog Angkatan Darat Bandung, Jawa Barat


TES BINET pada tahun 1905, Binet mendapatkan tugas dari pemerintahan untuk mendeteksi anak-anak yang memiliki kecerdasan terbelakang. Binet berasumsi bahwa kecerdasan dapat diukur melalui tugas-tugas yang menggunakan penalaran dan pemecahan masalah bukan pada ketrampilan motorik (fisik) dalam melakukan tugasnya binet  bekerja sama dengan ahli psikologi prancis theodore Simon menerbitkan skala Binet-Simon yg pertamanya. Tes binet untuk usia 2-23 tahun.
Faktor yang di ukur dalam tes Binet, adalah: general comprehension, visual-motor ability, arithmetic reasoning, memory, concentration, coping, absurdities, vocabulary, verbal fluency, verbal relation, judgement, reasoning, dan pattern      analysis.(http://triaseptiyani.blogspot.co.id/2016/04/macam-macam-alat-tes-beserta.html)

Tes CFIT merupakan salah satu macam tes untuk mengetahui intelogensi ( tes kecerdasan ) individu, untuk mengukur hasil belajar.
Tes ini terdiri dari 3 skala yang disusun dalam form A dan B secara pararel
A dilaksanakan sebelum B, A dan B sama A untuk menguji kesiapan siswa.Tes ini dikembangkan oleh Raymond B. Cotrell dan sejumlah staf penelitian dari INSTITUTE OF Personality and Ability testing (IPAT) di Universitas IIIinois, USA.Tes CFIT yang akan digunakan adalah skala 3 yang baisa ditujukan pada individu yang berusia 13 tahun ke atas ( sampai dewasa ).Tes CFIT skala 3 terdiri atas 4 sub tes dengan waktu yang digunakan berbeda-beda.  (http://putriluthfiyatulchasanah.blogs.uny.ac.id/2015/11/09/tes-cfit/)
foto1
http://www.psikologiku.com/wp-content/uploads/2014/11/Macam-Macam-Tes-Intelegensi.jpg

TES CPM  merupakan salah satu alat tes terbaik untuk mengukur inteligensi umum, dimana CPM dapat mendesripsikan kemampuan abstrak atau pemahaman non verbal. CPM dipergunakan untuk mengukur taraf  kecerdasan bagi anak-anak yang berusia 5 sampai 11 tahun. CPM selain dapat digunakan bagi anak normal dapat pula digunakan bagi anak abnormal.CPM terdiri dari 36 gambar, gambar-gambar tersebut dikelompokkan menjadi 3 kelompok atau 3 set yaitu set A, set Ab, dan set B yang masing-masing terdiri dari 12 soal. Persoalan CPM bergerak dari mudah ke sulit, yang menuntut keakuratan diskriminasi. Soal-soal yang lebih sulit melibatkan analogi, permutasi, perubahan poin dan hubungan yang logis .Norma CPM tersedia bagi anak berusia dari 51/2 sampai 111/2 tahun, yang mengalami hambatan mental dan berusia 60-89 tahun. Skor mentah CPM diperoleh dengan menjumlahkan jawaban benar pada ketiga  subtes kemudian skor mentah dikonversikan menjadi persentil yang akan menentukan tingkat kecerdasan.
Image result for tes CPM

Saat ini tes iq sudah dapat didapat di internet melalui situs-situs penyedia Tes iq online yang salah 1 nya saya dapat dan saya sajikan berikut :

1. saya memasukan http://www.quickiqtest.net/indonesian/ pada laptop saya
Saat memasuki halaman http://www.quickiqtest.net/indonesian/ sudah tersaji instruksi seperti dibawah ini.




2. setelelah klik MULAI kita bisa langsung mengerjakan soal seperti gambar di bawah ini dengan cara meng klik jawaban pilihan kita















3. setelah Selesai mengerjakan, akan ada pemberitahuan untuk mengambil hasil dengan masukan email dan asal negara. Tak lama, saya mendapatkan notif email bahwa hasil skor IQ sudah dapat dilihat











Hasil Analisis
Dari test IQ online yang saya coba,  hasil IQ  yang saya dapat tidak ada katagori pembagian wilayah kecerdasan, tidak ada penjelasan secara singkat ataupun jelas mengenai hasil skor yang saya dapat karena hanya berbentuk skor iq total.  test IQ online ini tidak ada penjelasan mengenai intruksi apa yang harus dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya, bahkan tidak terhitung waktunya. Berbeda sekali dengan test IQ secara manual yang dilakukan tester terhadap testee, dimana tester akan memberitahu intruksi apa yang harus dilakukan dalam test tersebut secara jelas apabila testee (yang mengerjakan) tidak memahami maksud dari intruksi tersebut dapat diulang dan dijelaskan kembali oleh tester sehingga memudahkan testee untuk mengerti maksud dari test yang ia kerjakan, Namun test IQ berbasis online ini memiliki kelebihan salah satunya adalah alat test tersebut dikemas secara menarik dengan tambahan warna maupun hiasan sehingga membuat testee lebih tertarik untuk mengerjalan test dibandingkan test manual yang hanya hitam dan putih pada kertas biasa.